biografi tokoh dunia | Burhanuddin Az-Zarnuji | Perkembangan Pemikiran Pendidikan Islam


Az-Zarnuji memiliki nama lengkap yaitu Burhanuddin al-Islam Az-Zarnuji, almarhum hidup pada akhir ke-12 dan awal abad 13 yang kira-kira tahun 591-640H/1195-1243 M).[1]Pada zamannya beliau terlihat perkembangan pendidikan Islam berpusat pada pada kota Bukhara dan Samarkan, pusat-pusat bergulirnya proses pendidikan waktu itu masih memakai Mesjid-mesjid sebagai lembaga institusi pendidikan.[2]


Pemikiran Burhanuddin Az-Zarnuji tertuang dengan jelas pada kitabnya yang berjudul Ta'allimu Ta'allim Thuruq al-Ta'allum(bimbingan bagi penuntut ilmu pengetahuan)[3], dalam kitab ini terlihat bahwa telah membut tentang konsep pendidikan sampai pada metode, prinsfi belajar, strategi belajar, dan subtansi dari kaitan ini adalah kajian tentang penanaman moral.


Keunikan dan kelebihan kitab Ta'limul Mu'alliimun adalah ketika Az-Zarnuji sudah mampu merumuskan bahwa pendidikan itu mempuyai urgensi dan pemahaman tentang keutamaan ilmu, niat belajat, memilih guru, teman dan religius yang baik, mengaungkan ilmu dan orang yang berilmu, giat dan tekun dalam mencari ilmu, sistematika pembelajaran yang baik, tawakkal, waktu yang bail memperoleh pengajaran, simpati, empati dan nasehat, mengambil nasehat, bersikap wara', sesuatu yang menyebabkan hafal dan lupa, sesuatu yang bias menarik dan menolak rezky. Hal berikut menjadi bab-bab yang tertulis dan menjadi point-point penting dalam bukunya.[4]



Konsep Pendidikan Az-Zarnuji

Dalam bukunya Ta'limul Mu'tallimun menjelaskan tentang pembahasan pembagian ilmu yaitu :
  1. Pengetahuan menurut beliau dibagi menjadi dua kategori, yaitu ilmu-ilmu yang fardhu 'ain yaitu ilmu yang berkaitang dengan aktivitas seorang muslim sehari-hari dan ilmu ini sifatnya individual, seperti ilmu Fiqh, Ushul Fiqh, yang kedua adalah ilmu fardhu kifayah yaitu ilmu yang berkaitan dengan orang banyak(komunitas) dalam penggunaannya, seperti ilmu pengobatan, ilmu Astronomi dan ilmu-ilmu yanglainnya. Secara subtansial konsep pendidikan yang ditawarkan beliau tidak jauh berbebda dengan konsep pendidikan yang telah pernah diajarkan oleh Imam al-Ghazali sebagaimana beliau mengkategorikannnya menjadi ilmu wajib ain dan ilmu yang wajib kifayah.[5]
  2. Tujuan dan niat belajar, beliau menekan bahwa bagaimana kita mendapat ridhonya Allah Swt[6]
  3. Metode etik yaitu bagaimana pelajar mengaplikasikan teori dalam bentuk praktek di kehidupan sehari-hari dan metode straregi yaitu bagaimana pelajar bisa memilih pelajar yang disukainya.

Menurut Burhanuddin Az-Zarnuji hal yang paling urgen sekali dalam proses ajar yaitu bagaimana guru bersikap dan berprilaku sebagai inspirator dalam mendidik pelajar menuju target yang telah dierncanakan, begitu juga ketika para pengajar dituntut agar mempermudah dan menyuederhanakan materi dan proses pendidikan, selanjutnya dalam hal kognitif, afektif dan psikomotorik harus menjadi prioritas utama bagi para pengajar dalam mengajarkan ilmu kepada murid dan memberikan pendewasan kepada para murid ketika memahami dan mengartikan ilmu pengetahuan.


Makalah oleh: Kadir Pandapotan Siregar
Footnote
  • [1]Abuddin Nata,Pemikiran Para tokoh Pendidikan Islam Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam(Jakarta:Raja Grafindo Persada, 1998),h.41
  • [2]Zuharini,Sejarah Penddikan Islam(Jakarta:Bumi Aksara,1992),h.7,lihat juga Abuddin Nata,diantara tokoh peneliti berpendapat Az-Zarnuji hidup setelah al-Ghazali(450 H/1058)yaitu di Zaradj yang kini dikenal dengan Afganistan
  • [3]Ali As'Ad:terjemahan Ta'limul Muta'allim(Bimbingan bagi Penuntut Ilmu(Yogyakarta:Menara Kudus),h.2.lihat juga Mehdi Nakosteen,Konteribusi Islam Atas Dunia Intelektuan Barat Deskripso analisis Abad Keemasan Islam(Surabaya:Risalah Gusti),h.142,az-Zarnuji seorang tokoh yang digolongkan sebagai tokoh pembaharru zaman terutama terobosan-terobosan yang beliau lakukan dalam perubahan dan pengembangan pendidikan
  • [4]Ibid,h.11     
  • [5]Ibid   
  • [6] Ibid,menurut Az-Zarnuji para penuntut ilmu jangan sampai keliru dalam menentukan niat dalam belajar karena niat akan menemukan kelezatan ilmu dan amal nantinya serta akan mengikiskan kecintaan terhadap harta benda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...