Ads by BuzzCity

Wow FBI Bikin Unit Khusus 'Nguping' Dunia Maya

Headline
IST

Jakarta – Federal Bureau of Investigation (FBI) mulai menggalakkan penyadapan dan pengawasan di ranah dunia maya. Tak hanya itu, badan ini juga membentuk unit khusus.
Aksi ini seolah membuat Amerika Serikat (AS) mulai bergerak mendekati negara fiksi yang dijelaskan dalam George Orwell ‘1984’. CNET baru-baru ini melaporkan, FBI baru saja membuat unit pengawasan web rahasia, Domestic Communications Assistance Center (DCAC).
Unit ini bertujuan menciptakan teknologi yang membuat pihak berwenang bisa lebih mudah menguping komunikasi Internet dan nirkabel. DCAC sendiri akan bertindak sebagai penghubung di semua pengawasan web.
DCAC merupakan upaya kolaborasi antara FBI, US Marshals Service dan Drug Enforcement Agency. Menurut CNET, unit ini tak hanya bertanggung jawab mengembangkan teknologi penyadapan baru dan menganalisa data pengadilan, juga akan bertanggung jawab pada pelacakan dan pemecahan kode percakapan di Skype.
DCAC merupakan produk dari program penyadapan internet ‘Going Dark’ FBI. Seiring makin banyaknya panggilan dilakukan online melalui voice over IP (VoIP), layanan seperti Skype membuat FBI tak senang karena sulitnya memantau jenis percakapan ini.
Untuk mengatasi rintangan ini, FBI meminta perusahaan-perusahaan Internet bekerjasama menyetujui undang-undang yang akan mengharuskan perusahaan web seperti Facebook, Google dan Skype membuat platform yang lebih ‘ramah penyadapan’.
Rancangan Undang-undang (RUU) ini merupakan amandemen hukum 1994, UU Bantuan Komunikasi untuk Penegakan Hukum, yang hanya berlaku untuk perusahaan telekomunikasi. Meski Komisi Komunikasi Federal memperluas jangkauan hukum pada jaringan broadband pada 2004, FBI berusaha lebih jauh memperluasnya.
Sejauh ini, perubahan yang diusulkan telah disetujui Kementerian Kehakiman namun belum diperkenalkan di legislatif. Pengacara yang bekerja di industri privasi internet skeptis perubahan yang diusulkan FBI ini akan menuai keberhasilan.
“Tak seperti UU Patriot yang disahkan tak lama setelah 9/11, kecuali FBI bisa menunjukkan perhatian langsung saat bahaya, ini akan menjadi inisiatif sulit untuk dilalui,” kata pengacara Marc Roth di Manatt, Phelps & Phillips.
Ia menambahkan, FBI nampaknya akan melihat oposisi yang besar dari kelompok-kelompok kebebasan sipil. Dengan mengharuskan ‘pintu belakang’ pada situs jejaring sosial, layanan VoIP dan program pesan, FBI bisa dengan cepat dan mudah memanfaatkan tiap komunikasi online.
Tujuan dan dasar pemikiran DCAC telah digariskan pada kesaksian General Counsel FBI Valerie Caproni pada 2011 di Rumah Komite Kehakiman. Dalam pernyataannya, FBI menyimpulkan deskripsi DCAC yang juga merupakan National Domestic Communications Assistance Center (NDCAC).
“NDCAC berfungsi meningkatkan upaya penelitian dan pengembangan federal, negara, dan penegakan hukum setempat terkait pengawasan elektronik dan memfasilitasi pembagian teknologi antar lembaga penegak hukum,” katanya.
Tenaga teknis dari federal lainnya, negara, dan badan-badan penegak hukum lokal bisa mendapat nasihat dan bimbingan jika mengalami kesulitan saat mencoba melaksanakan perintah pengadilan yang sah atas pengawasan elektronik ini, lanjutnya.
Pendanaan DCAC ini sendiri berada di bawah UU Perdagangan, Keadilan, Sains dan Lembaga Terkait untuk tahun pajak 2012. Singkatnya, Kongres mengalokasikan US$8,244 juta (Rp77 miliar) dan 13 posisi untuk pengoperasian unit ini.

~Sumber~

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...