Ads by BuzzCity

Indonesia Kirimkan Asap ke Malaysia


Kebakaran lahan langganan terjadi di sejumlah titik di Tanah Air pada musim kemarau. Kabut asap dilaporkan telah menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sebanyak 163 titik apimuncul di Sumatera.

Tak hanya berpotensi mengganggu transportasi dan kesehatan masyarakat, asap kebakaran lahan dan hutan di Tanah Air juga terbang hingga negeri tetangga, membuat Indonesia dijuluki negara pengekspor asap. 

Harian The New York Times, Sabtu 23 Juni 2012 menyoroti dampak kebakaran lahan di Indonesia pada negeri jiran, Malaysia. "Selama bertahun-tahun, Petronas, menara kembar tertinggi di dunia menjadi landmarkyang berkilauan yang bisa dilihat dari kejauhan. Namun, akhir pekan lalu, gedung 88 lantai itu diselimuti kabut asap," demikian dimuat di media terkemuka Amerika Serikat itu.

Departemen Kesehatan Malaysia mengeluarkan peringatan pada warga untuk memakai masker, terutama bagi mereka yang mengalami gangguan pernafasan. "Disarankan tetap tinggal di rumah, jika keluar pakailah masker."

Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, Halimah Hassan, mengatakan kabut asap yang membuat sesak warga di Kuala Lumpur sejak minggu lalu itu sejauh ini adalah yang terburuk selama tahun 2012. Indeks polusi melewati ambang batas 100, yang berarti tak sehat.

Halimah memperingatkan kabut asap bisa terus menjadi masalah selama beberapa bulan mendatang, akibat cuaca kering dan angin barat daya yang bertiup hingga September.

Seperti dimuat situs Bikyamasr 22 Juni 2012, saat ini kabut asap mulai berkurang di Semenanjung, Miri, dan Sarawak.

Tak hanya "impor" asap dari Indonesia, pemerintah Malaysia juga dinilai kurang mereformasi praktek pertaniannya. Juga, "pemerintah harus mengakhiri praktek membuang puing dan debu ke udara," kata Yussif Hassan, konsultan lingkungan di Selangor.

Malaysia pernah mengalami krisis pada 2005 di Port Klang, di mana indeks polusi udara naik menjadi di atas 500, tingkat yang merusak dan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Perlu ada kerjasama yang lebih efektif antara peerintah Kuala Lumpur dan Jakarta. "Mereka perlu bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan masalah ini," kata Yussif.

Rugi miliaran dolar
Pakar ekonomi lingkungan dari Nanyang Technological University, Singapura,  Euston Quah mengatakan asap akibat kebakaran hutan 1997 di Indonesia adalah yang terburuk dalam beberapa dasawarsa. Ini disusul kebakaran hutan tahun 2005.

Tak hanya membekap sebagian kawasan Asia Tenggara, asap juga menimbulkan kerugian hingga US$4,5 miliar di Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand di tahun 1997.

Negara tetangga tak lantas berpangku tangan, Quah menyebutkan, Malaysia memberikan bantuan alat pemadam kebakaran, sementara Singapura menyediakan satelit pencitraan untuk mendeteksi titik-titik api.

Selain penegakan hukum bagi pelaku pembakaran hutan, pemerintah Indonesia diminta memberikan insentif bagi orang yang melaporkan kebakaran, sebelum api menjadi tak terkendali. "Dengan hadiah dalam bentuk barang atau uang, kita dapat mengontrol kebakaran kecil dengan cepat," kata dia. (kd)


Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...