Ads by BuzzCity

Membuat Virus HIV/AIDS "Tidur"


Human Immunodeficiency Virus (HIV) tidak akan menular walau hanya dengan bersentuhan! Minimnya pemahaman atas penularan HIV masih memunculkan stigma negatif di kalangan masyarakat. Termasuk ketika melihat anak yang memiliki orangtua dengan HIV/AIDS.

Penularan HIV/AIDS dari orangtua kepada anak dapat dicegah dengan konsumsi obat Antiretroviral atau ARV. Obat yang digunakan untuk menghambat perkembangbiakan retrovirus seperti HIV. Dengan kata lain, ARV mampu menghentikan reproduksi HIV di dalam tubuh.

Yang perlu dipahami adalah HIV menular dalam darah. Maka, hal pertama yang dapat dilakukan penyandang HIV ketika ingin memiliki anak adalah menekan jumlah virus HIV dalam darah serendah-rendahnya sampai tidak terdeteksi atau dalam jumlah nol.

Cara membuat virus itu "tidur" adalah dengan konsumsi ARV dan penggunaan CD4-sistem kekebalan tubuh (sejenis sel darah putih yang dipakai HIV untuk bereplikasi) dengan syarat yang telah ditentukan.

Meskipun belum mampu menyembuhkan, ARV mampu bekerja menurunkan angka kematian, yang tentu berdampak pada peningkatan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS. Itulah mengapa dunia mengampanyekan program Getting to Zero bagi penyandang HIV/AIDS.

Kepala Pusat Kajian Disabilitas dan Co-Director Pusat Perlidungan Anak di FISIP, Universitas Indonesia, Profesor Irwanto, Ph.D memaparkan tiga program pencegahan Getting to Zero, antara lain :

1. Zero new HIV infectionBagi yang telah terinfeksi, sudah pasti harus mengonsumsi ARV terus menerus. Namun, ini tentu masih membutuhkan motivasi, baik dari keluarga terdekat dan lingkungan. Pada dasarnya mereka yang terinfeksi membutuhkan keterbukaan untuk diterima di masyarakat.

2. Zero AIDS-related deathSebelum tahun 2009, mereka dengan HIV/AIDS umumnya tertular melalui penggunaan jarum suntik. Namun, kini faktor terbesar penularan bukan dari jarum suntik lagi, melainkan dari hubungan seksual dengan pasangan terinfeksi. Sebelum hal ini terjadi pada Anda, perlu edukasi yang benar agar mengetahui sedini mungkin pencegahan HIV. Termasuk menghindari berganti-ganti pasangan.

3. Zero discriminationIni adalah tahap yang paling sulit dari dua tahap sebelumnya, karena stigma negatif yang masih melekat. Agar tak menyulitkan tahap satu (zero new infection), hindari pengucilan supaya mereka dengan HIV/AIDS dapat meningkatkan kualitas hidupnya. (umi)


Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...