Ads by BuzzCity

Tips Mengatasi Fobia di Tempat Kerja

PangkalanUnik.Com - Beberapa fobia sosial dan spesifik banyak terjadi di tempat kerja, seperti fobia mengambil keputusan, menggunakan komputer, dll. Bagaimana mengatasinya?

Menurut Institut Kesehatan Mental Nasional di Amerika, diperkirakan 5,3 juta penduduk Amerika mengalami masalah fobia sosial. Lebih lanjut lagi, institut ini memperkirakan lebih dari satu dari 10 orang Amerika memiliki fobia sosial yang lebih spesifik. WebMD mendefinisikan fobia sebagai, “Ketakutan tak beralasan yang disebabkan karena keberadaan atau pemikiran dari objek atau situasi spesifik yang biasanya memiliki bahaya kecil atau tidak terlihat.”

Sayangnya, beberapa fobia sosial dan spesifik itu banyak terjadi juga di tempat kerja. Elizabeth Lombardo, Ph.D, seorang psikolog dan penulis buku A Happy You: Your Ultimate Prescription for Happiness menyebut beberapa fobia yang dapat mengganggu situasi kerja antara lain; fobia ketinggian, fobia ruang sempit, fobia terbang, dan fobia kuman. Di samping fobia itu, ada pula beberapa fobia spesifik lain yang tak kalah mengganggu seperti; fobia membuat keputusan, fobia komputer, fobia menghadapi hari Senin, hingga fobia bicara di telepon. Lalu apa kaitannya fobia-fobia itu dengan pekerjaan?

Fobia ketinggian: Jenis fobia ini mungkin umum Anda temui pada orang-orang dekat. Orang dengan fobia ketinggian akut akan mengalami gangguan fisik seperti sesak napas, gemetar, keringat dingin, dan lemas saat berada di tempat yang tinggi. Lalu bayangkan seseorang yang mengidap fobia ketinggian harus bekerja di sebuah ruangan yang letaknya di lantai 10 atau lebih tinggi lagi? Sementara gedung-gedung perkantoran terutama di kota besar didominasi gedung pencakar langit. Apa mau jadi pengangguran karena takut ketinggian?

Fobia ruang sempit: Permasalahan yang akan dihadapi orang-orang dengan fobia ini hampir sama dengan fobia ketinggian. Bedanya, mereka akan bermasalah dalam mencapai ruang kerja yang letaknya di gedung tinggi karena ketakutan naik lift. Orang dengan fobia ini akan tersiksa saat berada di dalam ruang sempit. Salah satu ruang yang paling dihindari pengidap fobia ini, lift. Lalu bagaimana caranya mencapai ruang kerja jika ia berkantor di gedung tinggi?

Fobia terbang: Terbang di sini maksudnya jelas ketika naik pesawat. Orang-orang dengan fobia terbang jelas harus menghindari pekerjaan yang membuat mereka sering melakukan perjalanan dinas ke luar kota dan luar negeri.

Fobia kuman: Mereka akan sesak napas, bahkan histeris bila berada di tempat kotor penuh kuman. Bahkan mereka akan jadi orang paling sibuk membersihkan meja kerja, komputer, telepon, dan semua benda di sekitar tempat kerja. Jika sudah parah, pengidap fobia ini tak mau berjabat tangan dengan orang lain dengan alasan takut dengan kuman yang menempel di tangan orang. Hmm, mungkin pengidap fobia ini lebih cocok bekerja di Jepang atau Korea yang tak perlu berjabat tangan saat menyapa, bertemu, dan berkenalan. Cukup membungkukkan badan saja.

Fobia membuat keputusan: Pengidap fobia ini akan diliputi kegelisahan luar biasa ketika harus membuat keputusan, terutama keputusan menyangkut pekerjaan. Bila seorang pimpinan mengalami fobia ini, sudah pasti tim yang dipimpinnya sulit menunjukkan performa baik dalam bekerja. Tapi kemungkinan buruknya, orang-orang dengan fobia ini akan kesulitan mencapai posisi pemimpin.

Fobia menggunakan komputer, mengangkat telepon, hingga fobia terhadap hari Senin sudah pasti sangat mengganggu kinerja. Bagaimana mungkin seseorang ketakutan menghadapi semua hal yang sudah pasti dihadapi oleh setiap orang di dunia ini? Meski cukup mengganggu dan merugikan, para pengidap fobia tersebut bukan berarti tak bisa bekerja sama sekali. Yang utama dan harus dilakukan, mengatasi fobia yang dimilikinya.

Bagaimana caranya? Berikut tips dari Elizabeth Lombardo seperti PangkalanUnik.Com kutip dari tabloidbintang.com.

1.Jangan berbohong. Menyembunyikan fobia Anda dari rekan-rekan kerja dan atasan sama saja dengan menyakiti diri sendiri. Tentu lebih nyaman bila Anda bekerja di lingkungan yang memahami Anda hingga sebisa mungkin Anda dihindarkan dari situasi yang menyulitkan.

2.Hindari stres. Fobia akan semakin kuat dan mudah kambuh bila level stres Anda sedang tinggi. Lakukan kegiatan mengurangi stres seperti meditasi, olahraga, dan menarik napas dalam-dalam.

3.Cari pengalihan. Sesuatu yang mendapat perhatian lebih tentu akan mendominasi pikiran Anda. Jadi, alih-alih fokus pada fobia dan ketakutan Anda, alihkan pikiran ke hal-hal yang menyenangkan. Jika Anda mengidap fobia terbang, saat berada di pesawat alihkan pikiran Anda dari hal-hal menakutkan seperti kecelakaan pesawat ke sesuatu yang menyenangkan, misalnya betapa indahnya tempat tujuan Anda nanti saat mendarat.

4.Jangan menghindar. Ironisnya, menghindari ketakutan Anda justru akan membuatnya semakin menjadi. Untuk mengatasinya, belajarlah menghadapi apapun yang membuat Anda takut agar tubuh dan pikiran semakin terbiasa.

Semoga dengan 4 tips diatas, anda bisa mengatasi fobia anda di tempat kerja.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...